Johnsto Jogja Horse And Resto memang baru dibuka pada April lalu. Namun, pengunjung wahana wisata berkuda keluarga yang berlokasi di Kutupatran, Sinduadi, Mlati, Sleman ini cukup banyak. Setidaknya,300 orang datang ke tempat ini setiap hari kerja dan kunjungan pada akhir pekan bisa melonjak hingga 500 orang.

Sekoci.net mendatangi tempat wisata yang sedang hits di Yogyakarta ini dan menemukan sejumlah alasan penting wisatawan harus menjajal wahana ini.

  1. Bukan sekadar tempat bermain kuda.

Di tempat ini, pengunjung bisa belajar berkuda secara profesional lewat riding class. Biayanya Rp 175.000 per sesi atau satu jam latihan. Akan tetapi, jika pengunjung hanya ingin menunggang kuda untuk hiburan, cukup membeli tiket seharga Rp 35.000 untuk kuda besar dan Rp 25.000 untuk kuda kecil.

  1. Johnsto bisa jadi tempat belajar memanah dengan biaya murah.

Berkuda dan memanah seolah menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kebudayaan dan tradisi sebagian suku bangsa di dunia menyatukan dua aktivitas itu, misal suku Indian di benua Amerika, suku di Timur Tengah, dan sebagainya.

Johnsto menyediakan areal untuk belajar memanah dasar. Selain busur, anak panah, dan sasaran, Johnsto juga menghadirkan pelatih memanah. Tarifnya terjangkau sekali, yakni Rp 10.000 per 10 menit. Lewat pelatihan dasar ini, pengunjung yang tertarik memanah bisa mendapatkan ketrampilan awal memanah, mulai dari memegang busur, menarik tali busur, hingga fokus pada sasaran.

  1. Media mengenal kuda dengan lebih dekat.

Di tempat ini pengunjung bisa belajar menggosok kuda sampai mengenal jenis-jenis dan karakter kuda. “Secara umum, di wahana berkuda ini, kuda sudah dilatih. Terlebih untuk kuda fun riding, memiliki karakter tidak responsif karena dituntun oleh pendamping,” ujar Bambang Winarno, pemilik Johnsto.

Ia bercerita karakter kuda seperti manusia, ada yang pasif dan ada pula yang agresif. Kalau didekati baik-baik, kuda juga akan merespons positif, sebaliknya jika berniat jahat, insting kuda peka,

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengunjung ketika hendak mendekati kuda, antara lain, jangan berdiri di belakang kuda karena kuda menganggap keberadaan sesuatu yang di belakangnya sebagai ancaman sehingga tidak segan menendang, saat mendekati kuda lebih baik membawa makanan sayur atau wortel, dan jika tidak membawa makanan bisa melakukan pendekatan dengan mengelus kepala dan leher kuda.

  1. Tempat swafoto yang memukau dan Instagramable.

Langit cerah pada sore hari di tengah hamparan padang dan ornamen tenda Indian serta paddock kayu mengesankan foto ini diambil dari luar negeri tanpa kesan berlebihan.

  1. Alternatif kuliner.

Sesuai namanya, Johnsto bukan sekadar wahana berkuda, melainkan juga memiliki sebuah resto yang menyajikan beragam menu, mulai dari Indonesian sampai western food. Soal harga juga tidak mengkhawatirkan kantong. Untuk seporsi makanan mengenyangkan kisaran harga belasan ribu sampai tiga puluh ribuan dirasa cukup layak.

Catatan penting yang tidak boleh dilewatkan pengunjung perihal jam buka. Johnsto dibuka mulai dari pukul 08.00-23.00 WIB. Untuk jam ooperasional berkuda dibagi menjadi dua sesi, yakni pada pukul 08.00-11.00 WIB dan 14.30-17.30 WIB. Di tempat ini ada delapan kuda dengan jenisnya beragam, mulai dari lokal, keturunan, dan kuda impor dari Belanda, serta Seatland Ponny atau kuda poni.

Facebook Comments