Siapa tidak kenal brownies? Roti cokelat bantat dengan rasa manis ini sudah populer di kalangan masyarakat. Tidak sedikit , kota yang mengunggulkan kudapan ini sebagai alternatif oleh-oleh khas daerah.

Yogyakarta tidak ketinggalan. Brownies yang ditawarkan pun merepresentasikan Yogyakarta sebagai Kota Budaya. Brownies bermotif batik menjadi salah satu oleh-oleh yang layak dibawa pulang oleh wisatawan.

Bagaimana tidak layak, jika bentuknya teramat cantik dan menarik. Dikemas dalam kotak berwarna emas, membuat brownies ini lebih mirip lipatan lembaran kain batik.Bukan satu dua orang yang tertipu bentuknya, nyaris setiap orang yang pertama melihat tidak bisa membedakan brownies batik dengan lembaran kain batik yang dilipat.

Brownies batik pertama kali diproduksi pada 2014 oleh pasangan suami istri Ani Kusumawati dan Slamet Saksono alias Bejo.Ide ini tercetus karena Ani suka batik dan membuat kue. “Saya kepikiran untuk menggabungkan keduanya,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada Sekoci.net.

Motif batik yang diterapkan pada brownies beragam dan kebanyakan pelanggan menyukai motif batik klasik sogan, seperti kawung, parang, jarik gendong, dan sidomukti. Brownies batik berukuran 12×30 sentimeter dibanderol harga Rp 60.000. Selain membuat brownies batik, Ani juga menerima pesanan bolu gulung motif batik.yang dipatok harga Rp 75.000 untuk ukuran 24 sentimeter..

Cara membuat brownies batik juga cukup unik. Tidak hanya menuang adonan lalu mengukusnya. Untuk menghasilkan motif batik, harus menggambar motif batik di atas loyang terlebih dulu.

Sebenarnya, tidak benar-benar menggambar, karena Ani dan Bejo sudah membuat pola di atas kertas roti. Jadi, mereka hanya menggambar mengikuti pola yang sudah ada. Motif batik juga digambar menggunakan adonan brownies. Setelah menerapkan pola di atas loyang, adonan itu dikukus sekitar lima sampai tujuh menit.

Lalu, adonan brownies di atas adonan pola yang sudah matang. Adonan brownies ini kembali dikukus selama 10 menit.

Soal rasa tidak perlu diragukan. Brownies batik kukus ini memiliki tingkat kemanisan yang pas di lidah sehingga tidak menimbulkan rasa eneg.

Bagaimana, tertarik dengan brownies batik? Datang dan pesan untuk oleh-oleh atau konsumsi sendiri di Pawon Kayu yang berlokasi di Jalan Bahagia, Sambirembe Sambirejo, Selomartani, Kalasan, Sleman.

Facebook Comments