MlQVpMFs8gU

Siapa berani menyicipi makanan satu ini? Menu ekstrim patut dicoba ketika bertandang ke daerah Gunungkidul, Yogyakarta.

Selain belalang atau walang warga di Dusun Gaja, Kelurahan Kedungpoh Kecamatan Nglipar, Gunungkidul juga memburu kepompong ulat jati atau yang biasa disebut enthung. Binatang ini dicari untuk diolah menjadi makanan atau dijual.

Memasuki musim hujan kepompong ulat akan mulai bermunculan. Kepompong ini berjatuhan di antara daun-daun jati yang rontok atau bergelantung di pohon. Dengan panjang sekitar 3 sentimeter dan berwarna coklat gelap, kepompong ini akan bermatamorfosis menjadi kupu-kupu jati apabila lolos dari buruan warga.

Kepompong ulat jati sudah lumrah dikonsumsi oleh warga Gunungkidul. Biasanya dijadikan lauk untuk makan dengan tiwul. Selain dikonsumsi sendiri, warga juga memburu enthung ini untuk memenuhi permintaan pembelian yang cukup banyak. Dalam sehari satu orang warga bisa mendapat 1-2 kilogram kepompong. Dibandrol dengan harga 50-100 rb per kilogram, kepompong ulat jati dijual secara online dan banyak dicari oleh pecinta kuliner ekstrem dari berbagai daerah. Dipercaya hewan ini memiliki nilai gizi yang cukup tinggi

Selain kepompong, ulat jatinya sendiri juga banyak dicari, tidak ketinggalan ulat johar, dan puthul. Warga setempat memasaknya dengan cara dibacem sampai kering kemudian digoreng atau bisa dikreasikan dalam bentuk masakan lainnya.

Rasa gurih dengan tekstur sedikit kenyal membuat beberapa orang ketagihan. Tapi membayangkan ulat yang menggeliat-liat tentu kita jadi ragu untuk menelannya. Kalau penasaran silahkan langsung dicoba.

Facebook Comments