Sebuah kedai kopi di Jalan Mondorakan, Kotagede menawarkan pembelian kopi dengan cara yang tidak biasa. Tarto Kopi punya slogan harga terbaik dari secangkir kopi adalah relasi. Tidak ada harga khusus yang dipatok untuk segelas kopi. Pengunjung cukup memasukkan uang ke dalam kotak yang disediakan di dekat meja bar.
“Konsepnya ngopi di sini bayarnya pakai relasi, artinya orang yang datang ke sini menjadi relasi baru kami,” ujar BM Anggana, pemilik Tarto Kopi, beberapa waktu lalu.
Kedai kopi yang baru dibuka pada April lalu ini juga menyuguhkan kopi dengan cara berbeda. Jika biasanya biji kopi digiling sebelum diseduh, Tarto Kopi menyajikan biji kopi yang diulek di atas cobek. Setelah itu, pengunjung bisa memilih, mau disajikan dengan metode drip, V60, atau tubruk.
Kopi yang diulek bukan sekadar menyajikan hal yang berbeda. Teknis ini mendukung tujuan dari Tarto Kopi, yakni pembeli bisa berbincang sembari menunggu prosesnya yang relatif lebih lama. Nama Tarto Kopi juga bukan tanpa arti. Berasal dari akronim ‘ntar to’ yang bermakna sebentar ya. Istilah ini muncul ketika pengunjung menanyakan kepada barista.
“Mereka menunggu kopi dibikin, terus bertanya kepada barista, sudah jadi mas kopinya? Dan kami jawab, ntar to,” tutur Eng, sapaan akrabnya.
Lokasinya yang berada di gang kecil dan jauh dari keramaian lalu lintas membuat tempat ini cocok untuk menikmati sore tanpa kebisingan. Penasaran? Coba datang dan nikmati kopi ulek di Tarto Kopi yang buka mulai pukul 16.00 WIB.
(Switzy Sabandar)

Facebook Comments