llSnajHWakE

Sekoci.net – Sebanyak 1007 Bregodo yang membawa tumpeng tampak berbaris rapi memasuki Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, Yogyakarta pada Minggu 1 Maret 2020. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Desa Condongcatur ini memecahkan rekor nasional sekaligus dunia. Tercatat dalam Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia Nomor 9448/R.MURI/III/2020. 

Sri Widayati, perwakilan dari (MURI) mengatakan dari hasil verifikasi, ada 1007 tumpeng yang dibawa bregodo sehingga resmi tercacat di museum rekor dunia Indonesia yang ke-9448.

Sri Widayati, perwakilan dari (MURI) mengatakan yang diajukan adalah 1000 tumpeng tapi dari hasil verifikasi ada 1007 tumpeng yang dibawa bregodo sehingga resmi tercacat di museum rekor dunia Indonesia.

Seribu tumpeng tersebut dibawa oleh empat bregada dari dusun di wilayah Condongcatur. Bregada tersebut berasal dari Gejayan dengan Bregodo Sastradiharjan, Manukan dengan Paksi Jayeng Katon, Gorongan dengan Bregodo Hadi Manggala, dan Kentungan dengan Bregodo Krama Yudha.

Tumpeng tersebut merupakan kreasi ibu-ibu PKK, dasawisma, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Desa Condongcatur. Tumpeng diarak mulai dari Balai Desa Condongcatur menuju Taman Kuliner yang berjarak kurang lebih 200 meter.

Kepala Desa Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengatakan kegiatan ini dilakukan agar mayarakat Condongcatur tetap melestarikan budayanya. “Tradisi yang melekat di sini adalah tradisi Jawa yaitu gotong royong, guyup rukun, dan tepo slira. Ini yang harus dijaga meski Condongcatur ini adalah desa yang berada di kota,” ujar Reno.

Acara dimeriahkan pula dengan tarian Sang Pangeran yang menceritakan perjuangan Pangeran Diponegoro, teatrikal Serangan Umum 1 Maret, hinga tarian medley Tari Gema Nusantara yang mengambarkan keragaman warga Condongcatur yang berasal dari seluruh wilayah Nusantara. 

Di akhir acara, para penonton diperbolehkan membawa pulang tumpeng dan aneka hasil bumi yang ditata dalam bentuk gunungan.

Facebook Comments