Sekoci.net – Maestro tari asal Yogyakarta, Didik Nini Thowok, mengunggah video Lathi Challange di kanal youtubenya pada 23 Juni lalu. Ia mengatakan tergelitik untuk turut membuat video tersebut lantaran risih terhadap tanggapan netizen bahwa Lathi merupakan lagu pemuja setan. Didik ingin meluruskan bahwa tembang jawa jangan dianggap sebagai pengundang setan.

“Jika tidak tahu bahasanya jangan langsung menghakimi. Kita perlu belajar memaknai lagunya terlebih dahulu,” ujar Didik saat diwawancarai pada Rabu, 1 Juli 2020 di rumahnya.

Didik mengatakan yang Ia tangkap dari lagu Lathi adalah manusia juga punya sisi jahat yang bisa muncul. Meski belum tahu pasti pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu Lathi, Didik melihat sosok mengerikan dapat muncul dari wanita yang tersakiti.

Dalam video lathi challange yang Ia buat, Didik tetap menampilkan sosok-sosok menyeramkan karena lagu tersebut paralel dengan filosofi topeng hannya yang pernah Ia pelajari di Jepang. “Topeng hannya jika ditutup bagian bawah akan menampilkan kesedihan, tetapi jika ditutup bagian mata terlihat mengerikan. Topeng ini memiliki filosofi akan rasa marah, cemburu,dan sedih yang jadi satu,” ujarnya.

Terkait dengan arti kalimat ajining diri ono ing lathi yang menjadi bagian dari lirik lagu Lathi, Didik mengatakan kalimat tersebut merupakan peribahasa jawa lama yang filosofinya sangat dalam. Lathi sendiri berarti lidah, sehingga arti kalimat tersebut adalah ‘harga diri kita tergantung dari perkataan (kata-kata yang keluar dari lidah)’.

Lagu Lathi sendiri merupakan ciptaan Weird Genius dan dibawakan oleh Sara Fajira. Lagu berbahasa Inggris campur Jawa ini menyedot perhatian warganet lantaran musik dan video klipnya yang unik. Diunggah di kanal youtube Weird Genius pada 26 Maret lalu, lagu ini viral dan membuat warganet mengkreasikan adegan dalam video klip lagu tersebut dalam Lathi Challange. Hingga saat ini lagu Lathi di kanal Weird Genius sudah ditonton sebanyak 68 juta kali.

Facebook Comments