News 

BCA Syariah Perkuat Pembiayaan Konsumer, Kepemilikan Emas Kini Mulai 5 Gram

Sekoci.net – PT BCA Syariah memperluas akses pembiayaan konsumer untuk menjangkau beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari perjalanan umrah, kepemilikan rumah dan kendaraan, hingga investasi emas. Penguatan layanan digital dan penambahan pilihan produk menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengembangkan layanan tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menurunkan batas minimum pembiayaan emas dari 10 gram menjadi 5 gram. Pengajuan juga dapat dilakukan melalui fitur Emas iB pada aplikasi BSya.

Direktur BCA Syariah, Pranata, mengatakan emas masih memiliki daya tarik sebagai instrumen investasi jangka panjang. Untuk memperluas akses nasabah, perseroan turut menambah pilihan logam mulia yang dapat dibiayai.

Jika sebelumnya hanya mencakup emas Antam, kini pilihan tersebut juga meliputi produk Galeri 24 dan Hartadinata. Penambahan ini memberi nasabah lebih banyak pilihan dalam merencanakan kepemilikan emas.

Hingga Agustus 2026, pembiayaan emas BCA Syariah tercatat meningkat 81,76 persen menjadi Rp598 miliar. Pertumbuhan juga terjadi pada pembiayaan kepemilikan rumah dan kendaraan bermotor.

Pembiayaan KPR tumbuh 24,17 persen menjadi Rp1.784 miliar. Sementara itu, pembiayaan kendaraan bermotor naik 32,59 persen menjadi Rp78 miliar pada periode yang sama.

Selain pembiayaan berbasis aset, BCA Syariah mengembangkan layanan multijasa untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah yang semakin beragam.

Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, menjelaskan pembiayaan umrah menjadi salah satu fasilitas yang disediakan untuk membantu nasabah mewujudkan rencana perjalanan ibadah. Pembiayaan multijasa juga mencakup kebutuhan lain, termasuk program bayi tabung.

Pengembangan layanan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan industri keuangan syariah nasional. Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Masyita, menyebut total aset keuangan syariah mencapai Rp3.264 triliun per Juni 2026, tumbuh 9,82 persen secara tahunan.

Meski demikian, pangsa keuangan syariah nasional masih berada pada angka 11,24 persen. Menurut Dian, kemudahan akses, relevansi produk, daya saing, dan kesesuaian dengan prinsip syariah menjadi faktor penting untuk mendorong perkembangan industri.

Melalui aplikasi BSya, BCA Syariah berupaya memperluas jangkauan layanan perbankan dan pembiayaan. Akses digital tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah bertambahnya pilihan pembiayaan, masyarakat tetap perlu memahami akad, menyesuaikan pengajuan dengan tujuan keuangan, serta memperhitungkan kemampuan membayar. Dengan perencanaan yang tepat, pembiayaan dapat mendukung kebutuhan saat ini sekaligus rencana keuangan jangka panjang.

Facebook Comments

Berita Lainnya

Leave a Comment