Uncategorized 

Atasi Kekeringan hingga Perkuat UMKM, AKPRIND dan STIPRAM Terapkan Teknologi Tepat Guna di Kedungsari

Sekoci.net – Upaya mengatasi persoalan kekeringan di lahan pertanian sekaligus meningkatkan daya saing UMKM dan potensi wisata dilakukan melalui Program Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan (PBW) skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 tersebut resmi dimulai dengan kegiatan sosialisasi pada Minggu (12/7).

Program merupakan kolaborasi Universitas AKPRIND Indonesia dan STIPRAM Yogyakarta yang melibatkan pemerintah kalurahan, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pegiat wisata sebagai mitra utama. Selain dosen, mahasiswa dari bidang Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, dan Informatika juga akan terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan.

Ketua Tim Pelaksana, Edhy Sutanta, mengatakan program tidak berhenti pada pemberian bantuan peralatan, tetapi dirancang agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Program ini mengintegrasikan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kami tidak hanya menghadirkan teknologi tepat guna, tetapi juga pendampingan mulai dari sosialisasi, pelatihan, pelaksanaan, hingga evaluasi agar manfaatnya tetap dirasakan setelah program selesai,” ujar Edhy.

Sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, tim menerapkan tujuh klaster teknologi tepat guna. Di sektor hulu, teknologi yang diterapkan meliputi sistem irigasi bertenaga surya untuk mengatasi keterbatasan air di lahan pertanian, mesin pencampur kompos, serta mesin pencacah pakan ternak. Sementara di sektor hilir, tim menghadirkan peralatan pengemasan berupa cup sealer semi otomatis, vacuum sealer, showcase display cooler, serta pengembangan website sebagai media promosi UMKM dan destinasi wisata.

Anggota tim pelaksana, Muchlis, menjelaskan bahwa teknologi pada sektor hilir dirancang untuk meningkatkan kualitas sekaligus nilai jual produk masyarakat.

“Teknologi pengemasan membantu menjaga higienitas dan memperpanjang masa simpan produk. Sementara website akan menjadi sarana promosi agar produk UMKM, potensi desa, dan destinasi wisata Kedungsari semakin dikenal masyarakat luas,” kata Muchlis.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kalurahan Kedungsari. Sukardi, Lurah Kedungsari, menilai inovasi yang dibawa perguruan tinggi menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan kekurangan air yang selama ini menjadi kendala utama pertanian.

“Teknologi yang dibawa tim pelaksana sangat menjawab kebutuhan riil warga kami, khususnya solusi irigasi untuk mengatasi masalah kekurangan air di lahan pertanian kering yang selama ini kerap memicu gagal panen,” ujar Sukardi.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta menjadikan Kalurahan Kedungsari sebagai desa yang lebih tangguh dan adaptif dalam memanfaatkan teknologi.

Facebook Comments

Berita Lainnya

Leave a Comment